Kota Uslar di Goettingen

Kota kecil menawan yang tak pernah terlupakan. Tiga minggu disana pada November 2019 terasa cepat berlalu.

Sisa peninggalan perang dunia II. Salah satu sisi Tembok Berlin.

Dapat dibayangkan bagaimana Jerman Barat dan Timur harus berpisah puluhan tahun akibat kalah perang.

BI Corner di SIPUSNELA

Kerjasama antara perpustakaan Sipusnela dengan Bank Indonesia salah satunya adalah pengadaan pojok baca.

Outing class kelas peminatan Bahasa Budaya

Salah satu agenda tahunan kelas XI Bahasa mengunjungi Wisma Jerman sebagai perwujudan Merdeka Belajar.

Calon Guru Penggerak Angkatan 7

Belajar sampai akhir hayat, tidak ada kata terlambat.

Keluarga kecil bahagia

Penyemangat disaat lelah dan penghibur disaat gundah, merekalah cintaku.

Kerjasama MGMP dengan UNESA

Salah satu wujud kerjasama antara MGMP Bahasa Jerman dalam pengabdian masyarakat oleh Jurusan Bahasa Jerman UNESA.

Rabu, 31 Agustus 2022

Resume ke-5 "Mengubah Karya Ilmiah Menjadi Lebih Berfaedah"

Dengan aktivitas yang lumayan padat, membuat tangan dan pikiran ini tidak bisa lepas dari gadget dan WhatsApp. Sehingga tak terasa pukul 7 pun berdentang. Saatnya untuk mulai menyiapkan diri belajar menulis dari para senior.


Narasumber kali ini adalah Noralia Purwa Yunita yang dipandu oleh bu Mutmainah. Pada pertemuan ini kami akan belajar bagaimana menulis buku dari Karya Ilmiah.
Berbeda dengan pertemuan sebelumnya, kali ini grup WA dibuka untuk umum. Sehingga seluruh peserta bisa berkomunikasi secara langsung dengan Narasumber. 
Ketika narsum menanyakan kepada peserta tentang pengalaman menulis mereka, semuanya pun berlomba untuk menjawab. Kebanyakan dari peserta sudah pernah menulis Skripsi, Tesis dan Makalah.
Tidak mau kalah dengan peserta yang lain, ikutan ketik untuk menjawab bahwa pernah menulis artikel untuk jurnal online.
Karya ilmiah adalah karya yang ditulis berdasarkan hasil riset ilmiah. Dan sejenak pikiran pun melayang ketika dahulu pernah dimintai tolong Mama untuk membuatkan PTK. Padahal saaat itu masih kuliah dan belum bekerja di dunia pendidikan. Untuk cara membuatnya lumayan bisa tapi karena minim pengalaman jadinya PTK yang dibuat adalah hasil copy paste sana sini.

Narasumber mengatakan bahawa karya tulis jenis ini sulit untuk dibuat namun ketika jadi, jarang yang berminat membacanya. Salah satu cara agar karya kita lebih banyak yang baca adalah menjadikannya sebuah Buku. Selain itu ada banyak manfaat yang dapat diperoleh ketika kita berhasil mengkonversi karya ilmiah tersebut menjadi sebuah buku:
  1. Dapat dibaca oleh masyarakat awam.
  2. Buku dapat diperjualbelikan, jadi ada keuntungan material yang dapat kita peroleh.
  3. Bagi para ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit. Jadi selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK, juga akan mendapatkan poin dari publikasi ilmiah berupa buku tadi. Sekali dayung 2 pulau terlampaui.
  4. Jika buku hasil konversi karya ilmiah milik kita banyak yang baca, banyak yang beli, ada kemungkinan nama kita sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang, ini juga merupakan keuntungan tersendiri
  5. Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku
Nah, bagaimana cara mengkonversi karya ilmiah kita menjadi sebuah buku? Ibu narasumber yang sangat berpengalaman dan berprestasi ini pun menjelskan dengan rinci tekniknya:

1. Mengubah Judul

Judul karya ilmiah versi buku hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian. 
Sebagai contoh: 
Judul Tesis, Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA 
Ketika diubah menjadi judul buku menjadi Kiat Menulis Modul Berbasis Riset

2. Mengubah Daftar Isi

Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa: 
Bab 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah
Bab 2 Landasan teori
Bab 3 Metode penelitian yang berisi rumus-rumus statistika
Bab 4 Hasil dan pembahasan
Bab 5 Penutup yang berisi kesimpulan dan saran.
Namun ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi menjadi : (ikuti pedoman 2W+1H)
Bab 1 (Why) menjelaskan pentingnya modul BERBASIS RISET
Bab 2( APA) menjelaskan apa itu modul berbasis riset
Bab 3,4,5, dan seterusnya ( How ) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.

Boleh juga mengembangkan materi dari Bab 2 di KTI.

Sebagai contoh Bab 2 KTI yang merupakan landasan teori berisi
2.1. hasil belajar
2.2. media pembelajaran
2.3. Modul
2.4. metode pembelajaran
2.5 pembelajaran berbasis riset

ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu;
Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku:

Bab 2 TEORI BELAJAR
2.1. belajar
2.2. permasalahan dalam pembelajaran
2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku
Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN
3.1. Pengertian media
3.2. jenis media
3.3. manfaat media

Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku
Bab 4 mengenal modul 
4.1.pengertian modul
4.2. karakteristik modul
4.3.sistematika modul
4.4. kelebihan modul
dan seterusnya hingga sub bab dalam bab 2 selesai…

3. Mengubah Sedikit Isi Karya Ilmiah

Dalam mengubah karya ilmiah menjadi buku, penting sekali memperbanyak isi materi variabel bebasnya. Kita dapat menentukan perluasan materi tersebut berdasarkan kata kunci judul buku kita. Dengan kata lain, karya ilmiah yang diubah menjadi buku berarti lebih memperluas isi bacaannya berdasarkan sumber yang relevan. Misalkan judul: Implementasi Media Stereofoam Pembelajaran Organisasi Kehidupan Untuk Meningkatkan Kreativitas
maka yang harus dikembangkan adalah tentang Media (Pengertian, manfaat, jenis), Pembelajaran (materi tentang belajar mengajar), Kreativitas (diberi pengertian dan lainnya).
Hilangkan semua "kata Penelitian/ laporan PTK, laporan skripsi" dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah
Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat.

4.  Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. 

Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku

5. Daftar pustaka boleh menggunakan blog 

Namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book,,atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya

6. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut

7. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan  huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit
Dengan demikian, membuat  buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya

Apabila ingin mengubah dari laporan penelitian menjadi artikel, lalu diterbitkan di jurnal yang bereputasi. Berikut ini langkah-langkahnya :

1. Abstrak 
Berisi latar belakang singkat, tujuan penelitian, metode penelitian, hasil penelitian, simpulan. Tidak boleh ada sitasi dalam abstrak

2. Pendahuluan
Berisi latar belakang masalah, tinjauan Pustaka secara singkat, tujuan penelitian

3. Metode penelitian
Berisi sampel penelitian, prosedur penelitian (dalam bagan saja), analisis penelitian

4. Hasil dan pembahasan
Berisi hasil penelitian berupa grafik, tabel atau diagram serta pembahasan mengapa mendapatkan hasil demikian yang dikaitkan dengan teori yang ada

5. Simpulan
Menjawab tujuan penelitian

Daftar Pustaka diusahakan yang terbaru dan dari jurnal lain yang bereputasi juga.

Wah, sungguh malam yang sarat akan keilmuan. Jadi tertarik nih untuk mengubah beberapa karya ilmiah yang dulu pernah dibuat, menjadi buku yang akan semakin banyak pembacanya. Semoga segera terwujudkan. 

Sei begeister!






Senin, 22 Agustus 2022

Resume Ke-1"Jemari mulai menari"

Malam ini, Senin 22 Agustus 2022, kamarku lebih dingin dari biasanya.

Selepas sholat isya biasanya langsung lanjut menonton channel pilihan di Youtube. Ditemani dengan rengekan para bocil yang hampir setengah hari tidak bertemu. 

Tapi berbeda dengan malam ini, saya sudah menyiapkan secangkir semangat untuk mengikuti sebuah kegiatan virtual yang membangkitkan semangat yang dulu pernah ada, menulis.

Kegiatan Belajar Menulis yang didukung oleh PGRI kali ini adalah gelombang ke 27. Tidak bisa membayangkan, apabila sekali gelombang 200 saja, berarti kegiatan ini sudah pernah diikuti oleh 5400 an orang. Dari sekian banyak peserta yang telah belajar, pastinya sudah banyak pula yang sudah jadi penulis handal.

Diawali oleh pembukaan moderator pada pukul 19.00 yang menyapa kami para peserta melalu WAG (WhatsApp Group) kemudian mengajak berdoa bersam. Dilanjutkan dengan memperkenalkan Narasumber malam ini yaitu Bapak Wijaya Kusumah atau yang lebih dikenal dengan sapaan Om Jay. Seorang guru SMP yang sudah lebih dari 14 tahun menulis di Kompasiana. 14 tahun yang lalu saya masih kuliah dan belum bisa nulis, masih sibuk mikirin tugas kuliah. Sedangkan beliau sudah mulai menulis di sebuah blog milik Kompas. Waktu itu saya masih menganggap bahwa blog bukanlah media yang ampuh untuk menulis.

Informasi yang pertama disampaikan oleh moderator adalah syarat utama mengikuti kelas menulis ini, yaitu “harus mempunyai blog pribadi”. Syarat berikutnya adalah mempunyai akun blog di Kompasiana. Salah satu keuntungan mempunyai blog di Kompasiana adalah apabila tulisan kita bagus nilainya, maka akan mendapatkan saldo Gopay ratusan ribu hingga satu setengah juta an.

Perlahan tapi pasti narasumber mulai menceritakan tentang bagaimana awalnya beliau menulis. Kemudian memberikan tips bagaimana agar karyanya banyak dibaca oleh orang lain. Menit demi menit saya ikuti paparan dari narasumber. Satu jam berselang tidak terasa sudah banyak sekali informasi berharga yang disampaikan oleh Narasumber. Sebagai peserta saya masih betah dan mampu bertahap mebaca kalimat demi kalimat yang otomatis bergulir pada layer HP. Tidak terasa hampir satu jam saya betah membaca, padahal biasanya kalau membaca buku, 15 menit saja sudah lelah. Sungguh trik yang baik bahwa kegiatan menggunakan WAG.

Satu jam kedua pun dimulai.moderator mulai mempersilahkan peserta untuk mengirimkan pertanyaan melalui nomor WA nya. idak ingin ketinggalan saya  pun ikut melontarkan pertanyaan. Yang menjadi pertanyaan saya adalah darimana dasarnya Kompasiana menentukan nominal K-Reward yang diberikan kepada Kompasianer. Pertanyaan pun dijawab narasumber dengan memuaskan. Terhitung 17 panjang pertanyaan disampaikan oleh peserta dan semuanya dijawab dengan baik oleh narasumber.

Kegiatan ditutup oleh Om Jay dengan pesan:

"Menulis sekarang ini bisa dimana saja. Bisa di blog pribadi, di blog keroyokan seperti Kompasiana atau di Facebook. Menulis di kompasiana.com adalah pilihan tepat untuk kita belajar membaca dan menulis, sebab disana banyak penulis hebat Indonesia. Ingatlah selalu mantra ajaib Om Jay, Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi"

Ahh...malam yang penuh kesan. Satu hal yang pasti, malam ini membuat jemari ini menari.

Selasa, 09 Agustus 2022

KUNJUNGAN TIGA NEGARA

Dahulu, mungkin hanya mimpi untuk bisa ke luar negeri. Selain karena biaya juga karena kesempatan yang jarang bisa akur dengan keinginan.

Hal tersebut kini tidak berlaku bagi kita, karena semuanya sekarang mudah untuk diakses.🚀

1. Mengunjungi gunung Fuji













2. Melepas penat di Kampoeng Cokelat

3. Tamasya dan ibadah di masjid Nabawi














Rabu, 03 Agustus 2022

Baru Bergabung Lagi

 Mencoba bergabung lagi. Untuk mengikuti kegiatan pelatihan menulis PGRI.