Kota Uslar di Goettingen

Kota kecil menawan yang tak pernah terlupakan. Tiga minggu disana pada November 2019 terasa cepat berlalu.

Sisa peninggalan perang dunia II. Salah satu sisi Tembok Berlin.

Dapat dibayangkan bagaimana Jerman Barat dan Timur harus berpisah puluhan tahun akibat kalah perang.

BI Corner di SIPUSNELA

Kerjasama antara perpustakaan Sipusnela dengan Bank Indonesia salah satunya adalah pengadaan pojok baca.

Outing class kelas peminatan Bahasa Budaya

Salah satu agenda tahunan kelas XI Bahasa mengunjungi Wisma Jerman sebagai perwujudan Merdeka Belajar.

Calon Guru Penggerak Angkatan 7

Belajar sampai akhir hayat, tidak ada kata terlambat.

Keluarga kecil bahagia

Penyemangat disaat lelah dan penghibur disaat gundah, merekalah cintaku.

Kerjasama MGMP dengan UNESA

Salah satu wujud kerjasama antara MGMP Bahasa Jerman dalam pengabdian masyarakat oleh Jurusan Bahasa Jerman UNESA.

Rabu, 14 September 2022

Resume ke-11 "Membuat Majalah Sekolah Yang Kreatif dan Indah"

 Berjumpa lagi.... dengan saya dan coretan sederhana saya dalam bentuk resume pada kegiatan ....


Jika anda pernah dalam keadaan dikejar deadline dan bersamaan dengan sakit gigi, itulah keaadaan saya sekarang. Sangat mengganggu sekali, berpikir akan suatu hal dibarengi rasa sakit di pojok mulut bagian atas. Ditambah lagi, gigi yang bawah juga ikutan sakit karena ia berlobang.

Apa boleh buat, tugas harus dilaksanakan, deadline harus diselesaikan dan mengikuti pelatihan tidak boleh kelupaan.

Majalah sekolah yang dikelola oleh bu Widya (pemateri)

Malam ini temanya tentang majalah sekolah, sebuah pembahasan yang saya pernah mengalaminya. Bukan maksudnya saya pernah jadi narasumber, namun saya pernah menjadi kontributor di majalah sekolah. Mulai dari jaman dahulu waktu SMP sampai dengan sekarang ketika sudah menjadi pengajar di SMA.

Meskipun demikian, narasumber malam ini memiliki kemampuan dan pengalaman diatas rata-rata. Dijuluki sebagai penulis serba bisa, moderator mulai memperkenalkan puisi hasil karya beliau dan juga channel youtube pemateri. Untuk semakin menegaskan bahwa beliau mahir disegala macam seni sastra. Moderator juga menyampaikan bahwa narasumber malam ini akan membagi-bagikan hadiah kepada para peserta. Sedikit tapi berpengaruh pada mood saya malam ini untuk menulis resume sambal menyimak materi.

Bu Yandri Novita Sari, moderator malam ini nampaknya pintar sekali menyusun kata kata indah, membentuk lantunan syair yang sejuk dimata. Penulis dari pesisir barat Pulau Sumatera ini juga merupakan alumni Belajar Menulis gelombang sebelumnya.  Hal tersebut semakin menyemangati saya untuk menulis, karena moderatornya jauh-jauh dari tanah seberang memandu acara malam ini.

Instansi tempat bu Widya bekerja, MI Khadijah di Jalan Arjuno 19 A Malang

Pemateri malam ini adalah bu Widya. Pimred dari KHARISMA, majalah MI Khadijah Malang yang sudah menjabat sejak 12 tahun yang lalu. Banyak perubahan besar yang dilakukan, salah satunya adalah merubah majalah yang dulunya hanya 20 halaman dan berwarna hitam putih menjadi 40 halaman full color seperti sekarang ini.

Langkah-langkah menerbitkan majalah sekolah:

  1. Menyatukan ide dan gagasan
  2. Mengajukan proposal
  3. Membuat rancangan majalah
  4. Mencari rekanan/ sponsor pendukung
  5. Memanfaatkan rekan kerja yang memiliki kemampuan dan kemauan di bidang literasi

Susunan Redaksi Majalah Sekolah:

  1. Penasehat
  2. Penanggung Jawab
  3. Pimpinan Redaksi
  4. Editor
  5. Reporter
  6. Fotografer
  7. Layouter
  8. Bendahara

Manfaat majalah sekolah:

  1. Sarana komunikasi warga sekolah
  2. Media komunikasi sekolah
  3. Wadah kreativitas warga sekolah
  4. Sarana publikasi sekolah
  5. Salah satu kebanggaan sekolah

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan majalah sekolah:

1) Membuat nama yang keren berupa singkatan nama sekolah
2) Menentukan artikel yang akan diterbitkan, contohnya:
  1. Visi misi sekolah
  2. Salam redaksi
  3. Berita sekolah
  4. Profil guru
  5. Profil siswa
  6. Karya siswa
  7. Kegiatan siswa
  8. Kuis berhadiah
  9. Prestasi sekolah
  10. Info dan pengumuman
3) Mengajukan ISSBN
4) Menentukan bahasa yang dipakai dalam majalah
5) Mencari tema dari hal yang sedang booming
6) Membuat sampul dan layout yang menarik
7) Percetakan
8) Upgrade ilmu secara kontinyu
9) Pupuk kekompakan tim 

Akhirnya tibalah pada sesi tanya jawab, dengan mengirimkan pertanyaan kepada moderator terlebih dahulu. Pertanyaan yang saya ajukan mendapat nomor ke-7, yaitu:

  1. Apakah boleh apabila reporternya adalah siswa juga? (Good idea, sangat dibolehkan pak. Nilai plus bagi sekolah kita ada team reporter siswa. Bisa dicoba pak 👏👏👏👏)
  2. Sebaiknya terbit berapa kali dalam satu tahun? (Kharisma terbit 6 bulan sekali. Persemester saat terima raport. Pertimbangannya agar berita yang diunggah semakin beragam, dan pertimbangan waktu. Mengingat tugas guru juga banyak sekali)
  3. Lebih baik mana majalah konvensional atau digital? (Sama sama memiliki kelebihan masing-masing. Jangkauan luas, tidak berbayar cetak merupakan keunggulan majalah digital. Konvensional lebih menarik, bisa dibaca ulang, bisa dibuat koleksi dan oleh-oleh tamu atau pengawas)

Kegiatan malam ini lumayan menguras energi untuk disimak. informasi yang disampaikan sangat bermanfaat sekali baik bagi yang belum punya maupun yang sedang mengembangkan majalah sekolahnya.
Sampai bertemu di kegiatan menulis berikutnya.

Salaam..