Berjumpa lagi.... dengan saya dan coretan sederhana saya dalam bentuk resume pada kegiatan ....
Jika anda pernah dalam keadaan dikejar deadline dan
bersamaan dengan sakit gigi, itulah keaadaan saya sekarang. Sangat mengganggu
sekali, berpikir akan suatu hal dibarengi rasa sakit di pojok mulut bagian
atas. Ditambah lagi, gigi yang bawah juga ikutan sakit karena ia berlobang.
Apa boleh buat, tugas harus dilaksanakan, deadline harus diselesaikan dan mengikuti pelatihan tidak boleh kelupaan.
![]() |
| Majalah sekolah yang dikelola oleh bu Widya (pemateri) |
Malam ini temanya tentang majalah sekolah, sebuah pembahasan
yang saya pernah mengalaminya. Bukan maksudnya saya pernah jadi narasumber,
namun saya pernah menjadi kontributor di majalah sekolah. Mulai dari jaman
dahulu waktu SMP sampai dengan sekarang ketika sudah menjadi pengajar di SMA.
Meskipun demikian, narasumber malam ini memiliki kemampuan
dan pengalaman diatas rata-rata. Dijuluki sebagai penulis serba bisa, moderator
mulai memperkenalkan puisi hasil karya beliau dan juga channel youtube pemateri.
Untuk semakin menegaskan bahwa beliau mahir disegala macam seni sastra. Moderator
juga menyampaikan bahwa narasumber malam ini akan membagi-bagikan hadiah kepada
para peserta. Sedikit tapi berpengaruh pada mood saya malam ini untuk menulis
resume sambal menyimak materi.
Bu Yandri Novita Sari, moderator malam ini nampaknya pintar sekali menyusun kata kata indah, membentuk lantunan syair yang sejuk dimata. Penulis dari pesisir barat Pulau Sumatera ini juga merupakan alumni Belajar Menulis gelombang sebelumnya. Hal tersebut semakin menyemangati saya untuk menulis, karena moderatornya jauh-jauh dari tanah seberang memandu acara malam ini.
![]() |
| Instansi tempat bu Widya bekerja, MI Khadijah di Jalan Arjuno 19 A Malang |
Pemateri malam ini adalah bu Widya. Pimred dari KHARISMA, majalah MI Khadijah Malang yang sudah menjabat sejak 12 tahun yang lalu. Banyak perubahan besar yang dilakukan, salah satunya adalah merubah majalah yang dulunya hanya 20 halaman dan berwarna hitam putih menjadi 40 halaman full color seperti sekarang ini.
Langkah-langkah menerbitkan majalah sekolah:
- Menyatukan ide dan gagasan
- Mengajukan proposal
- Membuat rancangan majalah
- Mencari rekanan/ sponsor pendukung
- Memanfaatkan rekan kerja yang memiliki kemampuan dan kemauan di bidang literasi
Susunan Redaksi Majalah Sekolah:
- Penasehat
- Penanggung Jawab
- Pimpinan Redaksi
- Editor
- Reporter
- Fotografer
- Layouter
- Bendahara
Manfaat majalah sekolah:
- Sarana komunikasi warga sekolah
- Media komunikasi sekolah
- Wadah kreativitas warga sekolah
- Sarana publikasi sekolah
- Salah satu kebanggaan sekolah
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan majalah
sekolah:
2) Menentukan artikel yang akan diterbitkan, contohnya:
- Visi misi sekolah
- Salam redaksi
- Berita sekolah
- Profil guru
- Profil siswa
- Karya siswa
- Kegiatan siswa
- Kuis berhadiah
- Prestasi sekolah
- Info dan pengumuman
4) Menentukan bahasa yang dipakai dalam majalah
5) Mencari tema dari hal yang sedang booming
6) Membuat sampul dan layout yang menarik
7) Percetakan
8) Upgrade ilmu secara kontinyu
9) Pupuk kekompakan tim
Akhirnya tibalah pada sesi tanya jawab, dengan mengirimkan pertanyaan kepada moderator terlebih dahulu. Pertanyaan yang saya ajukan mendapat nomor ke-7, yaitu:
- Apakah boleh apabila reporternya adalah siswa juga? (Good idea, sangat dibolehkan pak. Nilai plus bagi sekolah kita ada team reporter siswa. Bisa dicoba pak 👏👏👏👏)
- Sebaiknya terbit berapa kali dalam satu tahun? (Kharisma terbit 6 bulan sekali. Persemester saat terima raport. Pertimbangannya agar berita yang diunggah semakin beragam, dan pertimbangan waktu. Mengingat tugas guru juga banyak sekali)
- Lebih baik mana majalah konvensional atau digital? (Sama sama memiliki kelebihan masing-masing. Jangkauan luas, tidak berbayar cetak merupakan keunggulan majalah digital. Konvensional lebih menarik, bisa dibaca ulang, bisa dibuat koleksi dan oleh-oleh tamu atau pengawas)
















