Kota Uslar di Goettingen

Kota kecil menawan yang tak pernah terlupakan. Tiga minggu disana pada November 2019 terasa cepat berlalu.

Sisa peninggalan perang dunia II. Salah satu sisi Tembok Berlin.

Dapat dibayangkan bagaimana Jerman Barat dan Timur harus berpisah puluhan tahun akibat kalah perang.

BI Corner di SIPUSNELA

Kerjasama antara perpustakaan Sipusnela dengan Bank Indonesia salah satunya adalah pengadaan pojok baca.

Outing class kelas peminatan Bahasa Budaya

Salah satu agenda tahunan kelas XI Bahasa mengunjungi Wisma Jerman sebagai perwujudan Merdeka Belajar.

Calon Guru Penggerak Angkatan 7

Belajar sampai akhir hayat, tidak ada kata terlambat.

Keluarga kecil bahagia

Penyemangat disaat lelah dan penghibur disaat gundah, merekalah cintaku.

Kerjasama MGMP dengan UNESA

Salah satu wujud kerjasama antara MGMP Bahasa Jerman dalam pengabdian masyarakat oleh Jurusan Bahasa Jerman UNESA.

Senin, 17 April 2023

PARADIGMA RASA KEADILAN LAWAN RASA KASIHAN PADA TINGKATAN SEKOLAH MENENGAH ATAS DAN TAMAN KANAK-KANAK

Pada Demonstrasi Kontekstual modul 3.1 ini saya diminta untuk mewawancarai 2 atau 3 orang pimpinan (kepala sekolah) di lingkungan saya. Dimana pada kesempatan ini saya mewawancarai Kepala SMA N 1 Lawang, Dr. Abdul Tedy, M.Pd dan juga Kepala TK El Mu’jizah Malang, Risa Rahmatul Aida Widiastuti, S.Pd. Kegiatan saya laksanakan pada hari Senin 17 April 2023 di tempat yang berbeda. Bapak Abdul Tedy yang merupakan atasan langsung, saya minta waktunya untuk wawancara di sekolah. Sedangkan bersama Ibu Risa (rekan saya) kami laksanakan wawancara di kediaman beliau sepulang sekolah.


Sesuai panduan pertanyaan wawancara diperoleh hasil sebagai berikut;

Perta-

nyaan

ke …

Jawaban

Keterangan

Narsum 1

Narsum 2

1

Mengidentifikasi kasus-kasus pada saat kegiatan belajar mengajar dan juga pelaksanaan tugas tambahan.

Mengidentifikasi kasus pada saat jalannya KBM serta informasi dari wali murid.

 

2

Pengambilan keputusan didasarkan pada tugas utama yang bersangkutan dalam memberikan pelayanan prima kepada peserta didik.

Keputusan tersebut diambil dari hasil musyawarah antara guru dan KS serta orang tua.

 

3

Pemanggilan.

Melaksanakan komunikasi secara personal.

Bersama mencari solusi yang tepat.

Observasi permasalahan

Dukungan terhadap siswa yang terlibat

Mengumpulkan informasi dari berbagai pihak

Diskusi antara semua pihak yang berkepentingan

 

4

Pendekatan persuasif personal.

Pendekatan secara formal.

Memberikan dukungan serta tindak lanjut kepada siswa yang terlibat agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.

 

5

Tantangannya adalah mendapatkan ucapan tidak mengenakkan dan sering dianggap tidak memiliki keberpihakan ketika melakukan peneguran.

Keinginan Orangtua yang sudah bulat dan tidak mau diberi masukan.

 

6

Langsung menyelesaikan tanpa menunggu lama.

Memiliki jadwal tertentu, yaitu hari Rabu untuk tenaga kependidikan dan hari Jumat untuk bapak ibu guru.

Memiliki jadwal untuk menyelesaikan kasus

Prosedurnya; Memberikan hasil observasi tentang siswa kepada orangtua; Mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan dari orangtua.

 

7

Mengajak wakil kepala sekolah dan atau serta staf dalam menghadapi kasus dilema etika.

Ada. Yaitu teman sejawat baik disekolah maupun di luar sekolah.

Bengkel kerja guru (gugus) dan organisasi TK lainnya.

 

8

Menjadi tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Dengan bantuan pertimbangan dari rekan-rekan Waka kasus dapat terselesaikan dan mendukung kebijakan baru yang dibuat.

Mengubah kebijakan berdasarkan koreksi dari kejadian yang telah terjadi dengan cara:

PPDB diperketat dengan prasyarat umur yang tepat

Tidak memberikan peluang bagi anak yang usianya kurang untuk titip sekolah.

 

Kesimpulan yang dapat diambil dari kedua wawancara tersebut adalah:

  • Kasus dari Narsum 1 yaitu adanya guru yang selalu tidak datang tepat waktu karena berbeda pendapat tentang kebijakan berdoa bersama di pagi hari. Kasus dari Narsum 2 yaitu adanya wali murid yang memaksakan anaknya masuk sekolah lebih awal dan meminta agar bisa masuk SD meskipun umurnya masih kurang.
  • Kedua kasus tersebut memiliki paradigma yang sama yaitu Rasa Keadilan Lawan Rasa Kasihan (justice vs. mercy). Pada kasus satu Narsum merasa tidak adil apabila membiarkan si guru masuk sesuai keinginan sendiri dan Narsum kasihan apabila guru tersebut di “cap” jelek oleh lingkungan. Pada kasus 2 Narsum merasa tidak adil apabila siswi harus tinggal kelas sedangkan teman sekelas masuk SD namun juga kasihan kalau dia masuk sekolah dengan umur yang masih sangat kurang.
  • Praktik pengambilan keputusan dilema etika yang dilakukan oleh kedua pimpinan tersebut berdasarkan prinsip Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking) dan Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking).
  • 9 langkah Konsep Pengambilan dan Pengujian Keputusan yang dilakukan oleh kedua pimpinan tersebut dapat dilihat dari tabel perbandingan berikut:

Lang-

kah ke …

Jawaban

Keterangan

Narsum 1

Narsum 2

1

Nilai yang bertentangan adalah antara aspek moral dengan sopan santun.

Nilai yang bertentangan adalah antara aspek moral dengan norma sosial.


2

Yang terlibat antara lain: Kepala sekolah, Guru, Siswa dan tenaga kependidikan.

Yang terlibat antara lain: Kepala sekolah, Guru, Siswa dan Wali murid.


3

Dikumpulkan dari laporan rekan sejawat dan siswa yang diajar guru tersebut.

Dikumpulkan dari laporan guru kelas, wali murid dan teman siswa.


4

Melaksanakan Uji Intuisi dan Uji Panutan.

Melaksanakan Uji Intuisi dan Uji Panutan.


5

Paradigma yang terjadi: Rasa keadilan lawan rasa kasihan; Kebenaran lawan kesetiaan.

Paradigma yang terjadi: Rasa keadilan lawan rasa kasihan; Jangka pendek lawan jangka panjang.


6

Prinsip Resolusi yang digunakan: Berpikir berbasis peraturan dan rasa peduli.

Prinsip Resolusi yang digunakan: Berpikir berbasis peraturan dan rasa peduli.


7

Tidak muncul opsi Trilema.

Opsi Trilema yang muncul adalah penambahan jam ekstrakurikuler calistung.


8

Keputusan yang diambil adalah mengubah kebijakan dan tata cara berdoa bersama di pagi hari.

Keputusan yang diambil adalah memperketat persyaratan usia bagi calon siswa dan tidak menerima program “titipan”


9

Pemantauan dilakukan dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan berikutnya.

Pemantauan dilakukan dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan berikutnya.



Demikian hasil analisa dari wawancara yang telah saya lakukan terhadap dua pimpinan lembaga pendidikan yang berbeda. Banyak informasi baru dan pemahaman yang saya dapatkan setelah melakukan wawancara dan menganalisanya.